• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Saturday, June 6, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Langkah Sederhana Tekan Stunting Dengan Pola Makan Sehat, bersama Oma dokter. Hj Suherjati Sp.A

Redaksi by Redaksi
April 17, 2026
in Edukasi
0
Langkah Sederhana Tekan Stunting Dengan Pola Makan Sehat, bersama Oma dokter. Hj Suherjati Sp.A
0
SHARES
16
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Ciamis.Peristiwajabar.co.id – Dalam rangka peringatan Hari Balita Nasional 2026 yang mengusung tema “Balita Sehat, Generasi Hebat: Cegah Stunting, Optimalkan Tumbuh Kembang”, dalam acara podcast yang di laksanakan di RSUD Ciamis bersama dokter spesialis anak dr. Hj. Suherjati, Sp.A atau yang akrab disapa “Oma Dokter”, menekankan pentingnya edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat untuk menekan angka stunting. Kamis 14/04/2026

Dokter Suherjati, yang telah mengabdi di RSUD Ciamis sejak 2003 dan berpengalaman sebagai dokter selama 36 tahun, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Ciamis masih tergolong tinggi, yakni sekitar 20 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Barat yang berada di angka 15 persen.

RELATED POSTS

Penguatan Tata Kelola Organisasi, Empat Cabang PGRI Tasikmalaya Selatan Satukan Langkah Bangun Pendidikan Berkualitas

Food Court Alun-Alun Ciamis Kini Makin Rapi dan Nyaman, Jadi Magnet Wisata Kuliner

Menurutnya, kondisi ini cukup ironis mengingat Ciamis memiliki potensi sumber daya pangan yang melimpah. “Secara potensi, Ciamis seharusnya bisa menekan angka stunting bahkan di bawah rata-rata Jawa Barat. Tapi kita masih kalah oleh faktor kultur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama adalah kebiasaan masyarakat yang masih menghindari konsumsi protein hewani, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Kepercayaan bahwa makan ikan dapat menyebabkan cacingan dinilai sebagai mitos yang tidak berdasar.

“Padahal protein hewani sangat penting untuk pertumbuhan anak sejak awal kehidupan. Ini yang harus diluruskan melalui edukasi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti paradoks yang terjadi di Ciamis. Banyak masyarakat yang memiliki akses mudah terhadap sumber protein seperti ikan dan hasil ternak, namun tidak dimanfaatkan secara optimal dalam pola makan sehari-hari.

“Banyak rumah punya kolam ikan, peternakan ayam juga banyak, tapi angka stunting tetap tinggi. Ini menunjukkan masalahnya bukan pada ketersediaan, melainkan kebiasaan dan pola konsumsi,” tambahnya.

Dalam upaya menekan stunting, dr. Suherjati menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu dan bahkan nenek sebagai pengasuh utama anak. Ia menyebut bahwa keputusan terkait pola makan anak sering kali dipengaruhi oleh generasi yang lebih tua di dalam keluarga.

“Edukasi harus menyasar ibu dan nenek, karena mereka yang menentukan asupan anak sehari-hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesehatan ibu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Anak yang sehat, kata dia, hanya dapat lahir dari ibu yang sehat, baik secara fisik maupun mental.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi dengan kandungan protein hewani, serta imunisasi dasar lengkap seperti vaksin campak untuk mencegah penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan anak.

“ASI adalah makanan terbaik dengan komposisi yang tidak bisa digantikan. MPASI juga harus mengandung protein, bukan hanya karbohidrat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, salah satunya melalui program pemberian tablet zat besi (Fe) untuk calon ibu, guna memastikan kualitas kesehatan generasi berikutnya.

Menutup pernyataannya, dr. Suherjati menyatakan optimisme bahwa angka stunting di Indonesia, khususnya di Ciamis, dapat ditekan secara signifikan jika edukasi bekebijakan yang tepat.

“Indonesia ini kaya sumber daya. Kalau edukasi dan pola hidup diperbaiki, saya yakin stunting bisa turun drastis,” pungkasnya.(Asdi)

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Penguatan Tata Kelola Organisasi, Empat Cabang PGRI Tasikmalaya Selatan Satukan Langkah Bangun Pendidikan Berkualitas

Penguatan Tata Kelola Organisasi, Empat Cabang PGRI Tasikmalaya Selatan Satukan Langkah Bangun Pendidikan Berkualitas

by Redaksi
May 30, 2026
0

Tasikmalaya, Peristiwajabar.co.id.- 30 Mei 2026. Upaya memperkuat kapasitas organisasi profesi guru terus dilakukan di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya. Pengurus Cabang...

Food Court Alun-Alun Ciamis Kini Makin Rapi dan Nyaman, Jadi Magnet Wisata Kuliner

Food Court Alun-Alun Ciamis Kini Makin Rapi dan Nyaman, Jadi Magnet Wisata Kuliner

by Redaksi
May 27, 2026
0

Ciamis. Peristiwajabar.co.id - Kawasan Food Court Kuliner Alun-Alun di Ciamis kini tampil lebih tertata, bersih, dan nyaman. Berada di pusat...

SMAN 1 Karangnunggal Gagas “Hutan Buah”, Gerakan Sedekah Oksigen untuk Pendidikan Karakter dan Kelestarian Lingkungan

SMAN 1 Karangnunggal Gagas “Hutan Buah”, Gerakan Sedekah Oksigen untuk Pendidikan Karakter dan Kelestarian Lingkungan

by Redaksi
May 26, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - SMAN 1 Karangnunggal kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun karakter peserta didik melalui program...

Dadaha Ramai, Tata Kelola Masih Jalan di Tempat: Potensi Ekonomi Besar yang Belum Tergarap Maksimal

Dadaha Ramai, Tata Kelola Masih Jalan di Tempat: Potensi Ekonomi Besar yang Belum Tergarap Maksimal

by Redaksi
May 17, 2026
0

TASIKMALAYA. Peristiwajabar.co.id – Kawasan Dadaha yang selama ini dikenal sebagai ruang terbuka publik kebanggaan Kota Tasikmalaya, kini telah berkembang jauh...

Skrining TBC Keliling Hadir di Desa Pangkalan, STPI Targetkan Jangkau 15 Wilayah Puskesmas di Pangandaran

Skrining TBC Keliling Hadir di Desa Pangkalan, STPI Targetkan Jangkau 15 Wilayah Puskesmas di Pangandaran

by Redaksi
May 13, 2026
0

PANGANDARAN.Peristiwajabar.co.id - Program deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui layanan skrining sistematis menggunakan mobil rontgen keliling berlangsung di Desa Pangkalan, Kecamatan...

Next Post
Menggemparkan.!!  Kecamatan Kadipaten Siap Gempur O2SN, Target Juara Umum

Menggemparkan.!!  Kecamatan Kadipaten Siap Gempur O2SN, Target Juara Umum

Di Balik Rompi Oranye: Suara Tangis yang Tertahan di Pinggir Jalan: Kisah Pilu Juru Parkir Tasikmalaya”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Redaksi
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar