Ciamis.Peristiwajabar.co.id– Jumat 10/4/2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya melalui program penempatan dokter desa dari Pemerintah Provinsi. Program ini dinilai strategis untuk mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah desa.
Kepala Dinas Kesehatan Ciamis melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Iwan Deniawan, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif pemerintah provinsi yang menempatkan tenaga dokter di kabupaten/kota yang mengusulkan serta memenuhi sejumlah persyaratan.
“Sejak tahun 2025 hingga 2026, Kabupaten Ciamis telah mendapatkan tambahan Dua tenaga dokter desa. Pada tahun 2025, satu dokter ditempatkan di Desa Bojonggedang dan Desa Tamansari, Kecamatan Tambaksari. Sementara pada tahun 2026, kembali diperoleh satu dokter yang ditempatkan di Desa Ciparay,” ujarnya.
Ia menuturkan, proses pengusulan penempatan dokter dilakukan melalui kesepakatan bersama antara Dinas Kesehatan, pihak puskesmas, serta pemerintah desa penerima. Hal ini dikarenakan terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh desa, termasuk kesiapan fasilitas dan dukungan operasional.
Menurut Iwan, kehadiran dokter desa diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat lokal. Selain itu, dokter yang ditempatkan juga diharapkan dapat lebih fokus dalam menangani permasalahan kesehatan spesifik yang dihadapi masyarakat setempat.
“Dokter desa ini pada prinsipnya bertugas dan diharapkan tinggal di wilayah penugasannya, sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Para dokter tersebut tetap menjalankan praktik medis sebagaimana umumnya, dengan terlebih dahulu mengantongi izin praktik serta terdaftar di puskesmas wilayah setempat. Meski bertugas di desa, mereka juga dimungkinkan membantu pelayanan kesehatan di luar wilayah penugasannya jika diperlukan.
Iwan menambahkan, dokter yang ditempatkan tidak harus berasal dari wilayah setempat. Saat ini, tenaga dokter yang bertugas di Ciamis berasal dari berbagai daerah, seperti Kota Banjar dan bahkan dari Jakarta.
Pihaknya berharap ke depan Kabupaten Ciamis dapat kembali memperoleh tambahan dokter desa. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan rasio tenaga medis dibandingkan jumlah penduduk, serta menjawab kebutuhan layanan kesehatan di wilayah dengan akses yang masih terbatas.
“Memang tidak semua wilayah membutuhkan, tetapi untuk daerah dengan akses layanan kesehatan yang cukup jauh dan kondisi geografis yang beragam, keberadaan dokter desa menjadi sangat penting,” katanya.
Meski diakui persyaratan dari pemerintah provinsi cukup ketat, Ciamis tetap mendapatkan alokasi dokter desa sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan. Faktor geografis dan variasi waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam penempatan, seperti di wilayah Bojonggedang dan Ciparay.” Pungkasnya
Jurnalis : Asep Dian ( Asdi )








