Tasikmalaya, Peristiwajabar.co.id – Kondisi Jalan Dadaha di kawasan Alun-Alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, kembali mendapat sorotan masyarakat. Kemacetan, parkir sembarangan, serta penggunaan trotoar yang tidak semestinya dinilai semakin mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Senin 2 / 2 / 2026 Jawabarat.
Andre, salah seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku resah dengan situasi yang dianggap semakin semrawut. Menurutnya, lemahnya penataan menjadi penyebab utama berbagai persoalan yang terus berulang.
“Trotoar dipakai pedagang kaki lima, semuanya jadi tidak teratur. Parkir juga sembarangan, bukan di tempatnya. Coba lihat daerah tetangga seperti Kota Bandung atau Kabupaten Ciamis, lebih rapi dan tertata. Kenapa Pemkot Tasikmalaya tidak bisa meniru hal seperti itu?” ujar Andre.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai pengelolaan kawasan Dadaha belum berjalan optimal dan terkesan lebih berorientasi pada penarikan retribusi dibandingkan penataan kawasan secara menyeluruh.
“Pemerintah jangan takut menindak pihak-pihak yang melanggar aturan. Harus tegas agar Alun-Alun Dadaha tidak terus semrawut. Ini demi kenyamanan masyarakat banyak,” tegasnya kepada jurnalis *Peristiwa Jabar*.
Dalam tata kelola ruang publik, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kawasan perkotaan tertata dengan baik, aman, dan nyaman. Penataan aktivitas pedagang, pengelolaan parkir, serta pemanfaatan trotoar yang sesuai peruntukan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan kota.
Sejumlah langkah dinilai perlu segera dilakukan, di antaranya penataan ulang lokasi pedagang, penertiban parkir liar, peningkatan pengawasan di lapangan, serta sosialisasi aturan kepada masyarakat. Selain itu, dialog antara pemerintah, pedagang, dan warga juga dianggap penting guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama UPTD Unit Pengelola Dadaha segera mengambil langkah konkret dan tegas. Dengan penataan yang lebih baik, kawasan Jalan Dadaha diharapkan kembali menjadi ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Jurnalis: Anwar.W
Editor : Asep Dian








