Ciamis, Peristiwajabar.co.id – Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, menunjukkan langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakatnya melalui penyelenggaraan Pelatihan Komunitas Ekonomi Kreatif (Ekraf). Acara yang digelar pada Jumat, 6 Desember 2024, ini dihadiri oleh calon dan pelaku Ekraf dari berbagai subsektor. Turut hadir pula Siti Sa’adah, pendamping dari tingkat kecamatan, untuk memberikan dukungan pada pelatihan ini.Selasa (10/12/2024)
Pelatihan ini bertujuan mengembangkan potensi masyarakat dalam meningkatkan nilai produk dan jasa mereka. Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, S.H., menyampaikan bahwa acara ini diadakan untuk memberdayakan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkenalkan inovasi hasil produksi dari pelaku UMKM lokal.
Fokus pada Pengembangan Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif, sebagaimana didefinisikan oleh John Howkins, adalah penciptaan nilai melalui ide-ide inovatif. Di Indonesia, Ekraf telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi sejak tahun 2006, dengan fokus utama pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan ekonomi desa, pemasaran, serta komersialisasi produk kreatif.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta belajar mengolah potensi lokal menjadi peluang usaha yang inovatif. Contohnya adalah UMKM di Desa Handapherang yang memproduksi keripik pisang. Jika sebelumnya hanya menawarkan rasa original, kini UMKM didorong untuk berinovasi dengan varian rasa seperti coklat atau stroberi. Selain itu, desa ini memiliki potensi besar di sektor lain, seperti pertanian dan industri kreatif berbahan akrilik, termasuk produk cinderamata dan piagam penghargaan.
Membangun SDM Berdaya Saing
Tantan Sontani menekankan pentingnya pelatihan sebagai sarana pengembangan keterampilan kreatif dan kewirausahaan masyarakat. “Pelatihan ini memberikan bekal keterampilan yang dibutuhkan warga untuk menciptakan usaha kreatif yang sukses. Dengan inovasi, kami berharap masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal yang ada,” ujarnya.
Selain memberikan keterampilan, pelatihan ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat agar lebih percaya diri dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan komunitas. “Pelatihan membantu warga memahami bagaimana merencanakan dan melaksanakan inisiatif pembangunan yang tepat sasaran,” tambahnya.
Kolaborasi untuk Masa Depan Ekraf Desa
Kepala Desa Handapherang berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan peluang usaha dan kapasitas SDM masyarakat. Tantan juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik sektoral maupun non-sektoral, serta dukungan dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.
“Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong pemasaran produk dan jasa masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan akhirnya meningkatkan perekonomian desa. Kami sangat berharap adanya perhatian khusus dari dinas-dinas terkait untuk mendukung keberlanjutan program ini,” pungkas Tantan.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Desa
Dengan program ini, Desa Handapherang ingin menjadi contoh sukses bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
Melalui langkah strategis seperti ini, diharapkan desa-desa lain di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya dapat mengikuti jejak Desa Handapherang dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang inovatif dan berdaya saing.( Iwan D)








