Ciamis,Peristiwajabar.co.id – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang kesehatan mata, Lion Club bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dan Dinas Kesehatan menggelar program pemeriksaan kacamata gratis bagi siswa-siswi di tingkat pendidikan dasar, yaitu SD dan SMP. Program ini bertujuan untuk membantu para siswa yang membutuhkan kacamata agar dapat meningkatkan kualitas belajar mereka, khususnya bagi yang mengalami gangguan penglihatan.Rabu 19/11/2025 Jawa Barat.
Kepala Dinas pendidikan Erwan Darmawan melalui Sekretaris Muharam A.Zazuli menyampaikan bahwa sebanyak 1000 kacamata akan dibagikan secara gratis, dengan prioritas utama diberikan kepada siswa yang membutuhkan.
“Program ini sudah memasuki tahap pertama, di mana lebih dari 250 siswa di Kabupaten Ciamis telah menjalani pemeriksaan mata’
Adapun Pemeriksaan dilaksanakan di RSUD Ciamis, RSDK, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya yang bekerja sama dalam pelaksanaan program ini.” Terangnya
Lanjut Muharam selain itu, Program ini melibatkan Dinas Kesehatan dalam penyediaan fasilitas dan tenaga medis, seperti dokter spesialis mata, serta pengadaan sarana dan prasarana untuk pemeriksaan.
“Dan penyelenggara berkomitmen untuk memberikan kacamata kepada siswa yang membutuhkan, dengan memperhatikan kriteria khusus, termasuk kondisi ekonomi siswa.”.Tandasnya
Iapun menambahkan, “Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi siswa yang mengalami gangguan penglihatan seperti miopi atau hipermetropi. Hal ini sangat mempengaruhi proses belajar mereka, karena penglihatan yang tidak jelas dapat menghambat pemahaman materi pelajaran.
“Kegiatan ini sudah berjalan dalam tiga tahap, dan tahap pertama diharapkan selesai dalam waktu dekat. Dan program ini bisa terus dilanjutkan dan bahkan diperluas agar lebih banyak siswa yang dapat terbantu.
“Harapan kami, semoga program ini tidak hanya berlangsung tahun ini saja. Kami berharap bisa mengadakan program serupa setiap tahunnya, karena kebutuhan kacamata bagi anak-anak semakin meningkat. Terlebih lagi, penggunaan gadget yang berlebihan di kalangan anak-anak saat ini menjadi salah satu faktor penyebab gangguan penglihatan,” pungkasnya
(Asdi)








