Kota Banjar, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terus mematangkan persiapan pekerjaan Pekerjaan rehabilitasi DI. Lakbok Utara.
Setelah melaksanakan sosialisasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melaksanakan kesepakatan buka tutup pintu air dengan para Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A), Petani Pemakai Air (P3A) dan unsur lainnya.
“Kegiatan hari ini diikuti oleh semua GP3A dan P3A serta pemakai air lainnya yang terdampak pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi DI Lakbok Utara,” ujar Andi Andi Sulistiono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa SNVT PJPA BBWS Citanduy. Senin (7/2/22).
Nantinya, buka tutup pintu air akan mengacu pada kesepakatan yang disetujui oleh para GP3A dan P3A. Akan tetapi, kata Andi, pihak BBWS Citanduy dan penyedia jasa akan tetap memprioritaskan ketersediaan air sesuai kebutuhan para petani.
“Minimal hak kita untuk bekerja tetap teraloksikan,” ungkapnya.
Kesepakatan buka tutup pintu air ini merupakan salah satu tahapan yang harus dilaksanakan sebelum pekerjaan dimulai sebelum pekerjaan di lining dilaksanakan.
“Pekerjaan sesuai SPMK sudah dimulai tanggal 18 Januari 2022. Diharapkan dengan adanya kesepakatan buka tutup air ini, nantinya tidak ada komplain dari GP3A, P3A dan lainnya saat pekerjaan di lapangan dimulai,” jelasnya.
Andi juga menjelaskan, saat pekerjaan rehabilitasi jaringan DI Lakbok Utara dimulai, seluruh saluran induk dan sekunder akan dilakukan pengeringan total.
“Terutama di bulan Agustus, September sampai Oktober. Jadi, serentak dari hulu sampai hilir semua kena,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) DI Lakbok, Balok Surya Jaya, mengharapkan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi DI Lakbok Utara ini dilaksanakan sesuai dengan skala prioritas.
“Maksud skala prioritas disini adalah pekerjaan harus mengutamakan tingkat urgensitas atau masalah pada pasokan air dari hulu ke hilir,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan di aula Desa Langensari Kota Banjar.
Ia juga berharap, setelah rehabilitasi ini persoalan irigasi pada jaringan DI Lakbok Utara bisa diselesaikan.
“DI Lakbok Utara ini, akar persoalan adalah tidak sampainya pasokan air dari hulu ke hilir ini yang menjadi masalah dari sejak dahulu,” terangnya. (ABID)








