Ciamis.Peristiwajanar.co.id – Diwilayah Kecamatan Lumbung tepatnya didesa Awiluar Selain keadaan alamnya yang masih asri dan memiliki potensi dari berbagai hasil pertanian dan perkebunan, Desa AwiLuar juga memiliki potensi wisata religi yang harus dilestarikan
Yaitu salahsatunya makam bersejarah Syeh Eyang Imam Faqih, Beliau merupakan ulama yang sangat dihormati di wilayah tersebut Sehingga banyak dikunjungi oleh peziarah datang dari mana-mana. Kamis 19/06/2025. Jawa barat.
Adapun Momon Abdul Rohman, S.H.selaku kepala desa Awiluar mengatakan bahwa dengan adanya Makom syeh imam faqih tersebut butuh perhatian dari pemerintah kabupaten ciamis serta dapat mendukung melestarikan makam tersebut yang lama terabaikan guna jadikan wisata religi.”ucapnya
Lanjut” momon..,dengan adanya nanti kedepan wisata religi Makom syeh imam faqih di desa kami dapat, meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjadi ikon Desa.
“Kami pemerintah desa Awiluar berharap dengan adanya wisata religi tersebut, bisa menjadi ikon Desa, sehingga dapat membantu tingkatkan perekonomian desa.”pungkas Momon.
Ini sekilas cerita perjalanannya syeh imam faqih semasa hidupnya ;
Dikutip dari pemberitaan online bahwa Eyang Imam Faqih yang memiliki nama asli Tubagus Arifin berasal dari Makasar dan lama tinggal di Cirebon. Namun setelah lama mengembara, Imam fakih akhirnya menetap tinggal di Tatar Galuh Ciamis.
Makam syeh eyang Imam Faqih berlokasi di Dusun Lemahneundeut, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Selain ahli ilmu fikih, semasa hidupnya, Eyang Faqih menyebarkan agam islam sambil mengajarkan bertani kepada masyarakat.
Namun yang jadi menarik, cerita yang berkembang di masyarakat karomah Syeh Imam Faqih selama hidupnya yang bisa bepergian ke Kota Suci Makah tanpa kendaraan atau biasa disebut sebagai penjelajah waktu (time traveller).
Salah satu ceritanya, ketika hari jumat, Imam Faqih selalu solat jumat berjamaah di Kota Suci Makah. Awal mula, masyarakat tidak ada yang percaya, karena secara logika tidak mungkin bisa bepergian ke makah dalam satu hari tanpa kendaraan.
Namun pada suatu hari, istrinya meminta buah kurma yang masih segar dan baru dipetik dari pohonnya, ternyata Imam Fakih berhasil memenuhi keinginan sang istri. Sehingga, dari kejadian itu, Imam Faqih dipercaya oleh masyarakat sebagai Waliyulloh.”*”*
( Iwan D )








